Tampilkan postingan dengan label coretan belaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan belaka. Tampilkan semua postingan

Bocah-bocah

bocah-bocah cilik                                     
Usiamu sangat bersahabat dengan keceriaan
Baju lusuhmu dipenuhi ingus-ingus
Canda dan tawamu menggertarkan dunia lebih dari martir serdadu
Hey dunia , lebih indah mana antara canda tawa bocah atau tank-tank para tentara?
Bocah-bocah teruslah kau kejar impian hidupmu
Untuk hidupmu 

Gejayan | 19 Mei 2012

Jogjakopisme


Kopasus, kopi tanggung susu, kopi hitam....

Kali ini saya ingin beropini, bahwasannya kota jogja selain memiliki predikat kota pelajar, kota kebudayaan, kota gudeg, kota Jogja saya beri predikat kota Kopi. Sebuah predikat yang saya rasa tidak mengada-ada dan saya buat-buat. Tiga tahun mendiami jogja belakangan ini memang membuat saya tergila-gila dengan kenikmatan minuman asal Negara Brazilia. Hidup tanpa minum kopi, ibarat jiwa yang haus akan ketenangan. Hampir setiap hari, kopi selalu menjadi sahabat insipratif saya untuk menjalani kehidupan yang keras ini. Setiap tetesnya tersimpan sebuah idealisme para manusia muda yang haus akan karya dan karya. Boleh dibilang, bahwa kopi selalu membuat kehidupan keras ini menjadi lembut dan melankolis. Di masa ini, kopi tak sekedar menjadi minuman penghilang rasa kantuk saja. Tetapi lebih dari semua itu, kopi identik dengan persahabatan. Sudah menjadi kebiasaan saya, duduk bersila ditemani secangkir kopi dengan agenda berdiskusi bersama kawan-kawan membicarakan kehidupan yang semakin tua ini. Oh kopi, walau satu tetes kutenggak, kau bisa saja menjadi boomerang bagi tubuhku. Tapi tak apalah, tubuh ini memang sudah cocok kukawinkan dengan kopi.

Jangan Buang Nasi itu ...



Jangan buang nasi itu nak, menangislah ia jua keringat ayahmu disetiap butirannya
Habiskanlah susumu 'nduk, demi derai air mata ibumu disetiap tetesannya

Kami mengembara... Menerjang siang berkalang malam
Kami bertarung... Gagah berani, tekad terentang asa terhunus mengawal nasibmu jua garis tanganmu

Jika nama yang tersisa nanti
Kasihanilah kami... Jum'atmu dan duduk sucimu...

Kebumen | 2 Maret 2012

Kos tua

Dindingmu rapuh tak tersentuh 
tanda usiamu sudah tua

jalan depanmu menangis menjerit
semua dimakan usia

sosok perempuan tualah 
yang menjadi sahabat keseharianmu
kesendirianmu, dan kehancuranmu

Kos Sapen / 18 Oktober 2010

Menjadi Mahasiswa Pendidikan IPS

Oleh : Agus Swasono (Mahasiswa Pendidikan IPS 2009)
Ada sebuah opini pernah memantik pikiran penulis, opini yang mengatakan bahwa indikator keberhasilan kuliah yang terpenting itu hanyalah sederet IPK yang tinggi dan lulus cepat. Sebuah pandangan dimana mahasiswa hanya terfokus pada sebuah nilai yang palsu. Kondisi yang naif dan tidak bisa disangkal, memang itulah sebuah realita yang terjadi pada mahasiswa era sekarang. Ketika kampus sudah menjadi lahan untuk mencari nilai dan nilai, penulis rasa sudah saatnya kita merenungkan kembali sebuah makna dari ‘Mahasiswa’. Pilihan menjadi mahasiswa bukanlah sebuah pilihan yang mudah, beban moral akan sebuah kontinuitas perjuangan para pendahulu kita yang mau tidak mau harus kita arungi. secara sadar atau tidak sadar kita telah menjadi bagian gerakan reformis mahasiswa yang turut andil dalam perjalanan Bangsa ini. Kurang tepat rasanya jika kita mahasiswa yang notabene terpilih dari ribuan pesaing calon mahasiswa saat Ujian masuk hanya berfikir untuk dirinya sendiri dan hanya duduk manis sibuk dengan gadgetnya. Seolah-olah kita buta dan tuli akan sebuah kondisi sosial terjadi di negara ini. 

aku, cigarette dan secangkir hitam manis

di sebuah kamar saksi hidup masa muda
aku duduk merenungkan geliat hidup ini
jejak keramaian gejayan mulai menyepi
pertanda malam sudah mulai bernafas

dibawah binar-binar lampu neon putih
cerita hidup ini sedang kutulis diatas Komputer lipat
rasanya ibarat memuntahkan semua isi perut kelantai
otak ini begitu kencang meneteskan catatan hidup ini

sebuah cangkir berisikan air panas hitam pekat tapi nikmat
siap kutenggak  dan kukawinkan dengan sebatang cigarette
sebatang cigarette yang bisa membunuh tapi mampu menghidupi banyak manusia
oh kopi hitam dan cigarette nan nikmat
Wajar saja selalu dicari oleh segelintir orang yang haus akan kedamaian dunia ini …

| Agus Swasono | Minggu, 1 April 2012 |

Senasib dan Sesama, Bangkitlah Nasionalis!


“Ayo bangsa Indonesia! Dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjalan terus! Jangan berhenti, revolusimu belum selesai!” 
(Ir. Soekarno).
Nusantara meradang! Bahaya disintegrasi hasil berbagai kegagalan kian mengancam. Kecurigaannya, faktor kinerja pemerintah! Ekonomi memburuk, gejala kelangkaan pangan, tikung menikung buas membudaya, terorisme kian bertoleransi, isu negara agama seliweran. Belum lagi polemik perwujudan Jaminan Sosial (Jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, dan kematian). Ironisnya lagi, generasi cerdas masa kini malah keranjingan apatis sembari autis. Fenomena memilukan yang menciderai cita-cita Dr. Sutomo, Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, juga petarung-petarung kemerdekaan terdahulu. Sampai kapan terpuruk?

Lawanlah Rasa Takut dan Jadilah Pemberani.!!


Quote:
Jika anda pemalu, ragu-ragu, atau pasif, anda berisiko memiliki kehidupan yang dipenuhi dengan rutinitas dan sasaran-sasaran yang tidak tercapai. Kemajuan-kemajuan yang kita lihat saat ini dilakukan oleh orang-orang yang berani – ilmuwan, politikus, artis, dan orang-orang lain yang tidak menunggu datangnya peluang; mereka menciptakan peluang.
Jadi jika anda ingin menjadi seseorang yang pemberani dan tidak dapat dihentikan, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memulai momentum anda.
Quote:
1. Berpura-Puralah Anda Adalah Seorang Pemberani.

Jika anda bertukar tempat dengan seseorang yang sangat berani, apa yang akan mereka lakukan jika mereka ada di posisi anda? Jika anda mengenal seseorang yang berani, bayangkan bagaimana mereka akan bertindak. Jika anda tidak mengenal orang seperti itu, pikirkan seorang karakter yang berani dari film atau buku. Habiskan waktu satu jam setiap hari selama seminggu untuk berpura-pura menjadi mereka.

Saat anda melakukannya, pergilah ke suatu tempat dimana orang-orang tidak mengenal anda dan tidak akan terkejut melihat tindakan anda yang mungkin lain dari biasanya. Cobalah lakukan dan lihat apa yang terjadi – anda mungkin menemukan hal-hal luar biasa ketika anda berani, dan anda mungkin akan merasa yakin untuk menerapkan sikap ini pada kehidupan anda sehari-hari.

JANGAN TAKUT UNTUK MENCOBA

Klo kita jalan-jalan ke stasiun kita akan melihat sebuah kereta/sepur yg berhenti di depannya ada sebuah blok. Blok itu menjaga agar kereta tak melaju. Kereta yang bisa melaju lebih dari 100km/jam pun tidak akan bisa melaju kalau blok tersebut tidak di singkirkan. Kereta itu kalau sudah berlari mampu menghancurkan bis yang ditabraknya. Tapi selama blok itu belum disingkirkan kereta tak kan bisa apa-apa?

Pahit Hidup ini Pasti Ada Manisnya juga

lagi-lagi bicara hitamnya hidup ini.

gax apa-apalah.
cuma share aja, percaya deh gan setiap kejadian hidup kita yang hitam pasti ada aja kejadian manisnya.
seolah-olah Tuhan selalu memberikan ujian + obatnya.
hmhmhmhm. Alloh memang gax pernah menguji umatnya diluar keterbatasan.