Kos tua

Dindingmu rapuh tak tersentuh 
tanda usiamu sudah tua

jalan depanmu menangis menjerit
semua dimakan usia

sosok perempuan tualah 
yang menjadi sahabat keseharianmu
kesendirianmu, dan kehancuranmu

Kos Sapen / 18 Oktober 2010

Berprestasi di Gedung Sekolah Reyot



Novi Seran (16), siswa kelas II SMA Katolik Sta
Maria Ratu Rosari, hendak mengajarkan tugas
 kelompok mewakili empat rekannya di depan kelas.
Di tengah ruang kelas yang mirip kandang ayam,
para siswa masih bersemangat untuk belajar
dan mengukir prestasi yang meyakinkan.
Bangunan tua beratap seng karatan dengan dinding ”bebak” terletak persis di sisi jalan utama Desa Mota Ulun, Kecamatan Malaka Barat, Belu, Nusa Tenggara Timur. Setiap pelintas jalan utama di depan sekolah itu tahu kondisi sekolah tersebut, tetapi tak ada tindakan. Gedung SMA Katolik Besikama, Belu, itu sudah reyot dan tidak layak pakai.

Bentuk bangunan sudah miring ke sebelah kanan dan nyaris tumbang. Bagian dalam ruang kelas berantakan. Tak ada sekat pemisah antara ruang kelas yang satu dan ruang kelas lain, kecuali papan tripleks setinggi 1 meter, yang sebagian besar sudah hancur.

Papan tulis sebagian sudah sobek dan berlubang. Seluruh ruangan tampak reyot, tidak ada plafon sehingga bunyi hujan begitu terasa dan pada musim kemarau sangat panas (gerah).

Kursi meja yang seharusnya 40-50 tempat duduk hanya tersedia 20-30 unit. Itu pun sudah miring, patah, dan tidak ada sandaran punggung. Sebagian siswa terpaksa menulis di lantai atau menggunakan tempat duduk dan landasan menulis seadanya.

Menjadi Mahasiswa Pendidikan IPS

Oleh : Agus Swasono (Mahasiswa Pendidikan IPS 2009)
Ada sebuah opini pernah memantik pikiran penulis, opini yang mengatakan bahwa indikator keberhasilan kuliah yang terpenting itu hanyalah sederet IPK yang tinggi dan lulus cepat. Sebuah pandangan dimana mahasiswa hanya terfokus pada sebuah nilai yang palsu. Kondisi yang naif dan tidak bisa disangkal, memang itulah sebuah realita yang terjadi pada mahasiswa era sekarang. Ketika kampus sudah menjadi lahan untuk mencari nilai dan nilai, penulis rasa sudah saatnya kita merenungkan kembali sebuah makna dari ‘Mahasiswa’. Pilihan menjadi mahasiswa bukanlah sebuah pilihan yang mudah, beban moral akan sebuah kontinuitas perjuangan para pendahulu kita yang mau tidak mau harus kita arungi. secara sadar atau tidak sadar kita telah menjadi bagian gerakan reformis mahasiswa yang turut andil dalam perjalanan Bangsa ini. Kurang tepat rasanya jika kita mahasiswa yang notabene terpilih dari ribuan pesaing calon mahasiswa saat Ujian masuk hanya berfikir untuk dirinya sendiri dan hanya duduk manis sibuk dengan gadgetnya. Seolah-olah kita buta dan tuli akan sebuah kondisi sosial terjadi di negara ini. 

aku, cigarette dan secangkir hitam manis

di sebuah kamar saksi hidup masa muda
aku duduk merenungkan geliat hidup ini
jejak keramaian gejayan mulai menyepi
pertanda malam sudah mulai bernafas

dibawah binar-binar lampu neon putih
cerita hidup ini sedang kutulis diatas Komputer lipat
rasanya ibarat memuntahkan semua isi perut kelantai
otak ini begitu kencang meneteskan catatan hidup ini

sebuah cangkir berisikan air panas hitam pekat tapi nikmat
siap kutenggak  dan kukawinkan dengan sebatang cigarette
sebatang cigarette yang bisa membunuh tapi mampu menghidupi banyak manusia
oh kopi hitam dan cigarette nan nikmat
Wajar saja selalu dicari oleh segelintir orang yang haus akan kedamaian dunia ini …

| Agus Swasono | Minggu, 1 April 2012 |

Lirik lagu Erros SO7 feat. Okta Cahaya Bulan lyrics


perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi
aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang
perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi
aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang
reff: cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati
terangi dengan cinta di gelapku
ketakutan melumpukanku
terangi dengan cinta di sesatku
dimana jawaban itu
repeat reff